MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Dan Etika

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Dan Etika
Add Comments
8 Januari 2020

Sebelum membahas tentang pancasilanya kita ke filsafat terlebih dahulu yaitu ilmu yang mengkaji atau menjelaskan pemikiran secara mendalam untuk menentukan alasan paling mendalam atau dasar yang disebut sebagai hakikat dalam fenomena dll.

Cabang ilmu filsafat;

  1. Metafisika
  2. Epistemologi
  3. Aksiologi
  4. Logika
1. Metafisika, merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mempelajari yang ada saat ini maupun yang mungkin ada.

2. Epistemologi, merupakan cabang ilmu filsafat yang mengkaji mengenai hakikat ilmu pengetahuan.

3. Aksiologi, merupakan cabang mengkaji tentang hakikat value atau nilai

4. Logika, merupakan cabang mengkaji secara logis atau runtut menggunakan cara rasional.

Ciri - Ciri ilmu filsafat;

  1. Filsafat merupakan ilmu yang mencintai kebijaksanaan. Wisdom atau bijak berulang - ulang kemudian memunculkan kepuasan akhir. Melalui kajian filsafat, setiap individu dalam menanggapi fenomena sehari - hari atau problem tidak langsung memberikan keputusan yang bersifat instan.
  2. Filsafat identik dengan ilmu yang cenderung rumit. Melalui kajian filsafat berati melakukan pengajian berulang - ulang untuk menentukan suatu hakikat. Sedangkan ukuran hakikat dari individu satu dan lain tidak sama. Sehingga orang yang berfilsafat harus menentukan ukuran filsafat tersebut dengan alasan yang paling mendasar.
  3. Filsafat  merupakan induk dari ilmu pengetahuan atau dalam bahasa inggrisnya The Mother Of Science. Bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini, yang membutuhkan akses manusia, dimana ilmu pengetahuan tersebut lahir dari satu.
Filsafat Pancasila

Pemikiran mendalam tentang bagaimana pancasila itu terjadi atau sampai adanya pancasila itu hingga dasar nilai - nilai tersebut. Hasil pemikiran bangsa indonesia tentang hakikat dasar negara yang disepakati sebagai pancasila, 5 dasar;
  1. Ketuhanan
  2. Kemanusiaan
  3. Persatuan
  4. Kerakyatan
  5. Keadilan
Hakikat pancasila merupakan cerminan bangsa indonesia yang bersifat beragam dalam berbagai aspek.

Baca Juga; Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia

Nilai Pancasila

1. Ketuhanan, Negara indonesia dapat menjadi negara merdeka dan berdaulat, karena atas berkat rahmat tuhan YME.

> Akibat: Negara Indonesia menempatkan nilai ketuhanan sebagai dasar utama dalam dasar negara. Negara ikut campur terhadap urusan agama dan nilai ketuhanan dijadikan sebagai dasar dalam menjalankan sistem ketata negaraan di Indonesia.

2. Kemanusiaan, manusia merupakan mahluk tuhan YME.

> Akibat: dimana manusia menjalankan peranannya dalam sehari - hari, sekaligus menjalankan dua peran, individu dan sosial. Sehingga manusia wajib menjujung diri sendiri dan orang lain.

3. Persatuan, bahwa setiap bangsa indonesia merupakan manusia yang beragam.

> Akibat: beragam tersebut rentang menimbulkan konflik, sehingga the foundation father menetapkan nilai persatuan dalam dasar negara dengan tujuan dari bangsa berbeda namun tetap mewujudkan persatuan.

4. Kerakyatan, Bahwa negara Indonesia sadar negara beragam dengan berbagai kepentingan yang tidak sama.

> Akibat: negara didalam menentukan atau membuat suatu kebijakan tentunya melibatkan lapisan masyarakat dengan pendekatan kompromi.

5. Keadilan, Bahwa tiap manusia dalam menjalakannya dalam kehidupan sehari - hari baik dalam kehidupan masyarakat.

> Akibat: negara wajib berlaku adil tuhan YME, diri sendiri, orang lain, dan negara.


Dalam Sistem Etika

Etika Pancasila merupakan suatu aturan dalam dasar negara yang ditetapkan dalam bernegara, untuk menilai baik dan buruknya tata aturan nilai tersebut.

3 Macam Etika;

1. Deontologi
2. Teleologi: egoisme etis dan utulitarianisme 
3. keutamaan

  1. Deontologi: aliran teori etika yang mengkaji bahwa suatu perbuatan dinilai baik atau buruk berdasarkan kewajiban moral. Demikian perbuatan manusia dinilai baik yaitu menjalankan kewajiban moral; Pendidikan Keluarga, Agama, Formal, Lingkungan, dan Media.
  2. Teleologi: merupakan etika yang mengkaji baik buruknya perbuatan berdasarkan suatu tujuan dari perbuatan tersebut dilakukan apabila memiliki tujuan untuk diri sendiri merupakan etika teleologi dari cabang utilitarianisme.
  3. Keutamaan: merupakan suatu aliran perbuatan manusia dikatakan baik tidak hanya didasarkan pada ukuran kewajiban moral saja maupun berdasarkan suatu tujuan, namun manusia dapat melakukan pengembangan karakter moral.
Etika yang mendasarkan baik buruknya suatu perbuatan berdasarkan nilai - nilai dasar. Pada 5 nilai pancasila, apabila manusia dikatakan baik tiap individu melaksanakan nilai - nilai dasar negara, begitu pula sebaliknya.