MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Pengertian Investasi, Tujuannya, dan Cara Investasi

Pengertian Investasi, Tujuannya, dan Cara Investasi
Add Comments
6 April 2021

Pengertian Investasi

Investasi adalah sebuah tanggung jawab uang kita yang dilakukan pada saat ini untuk investasi, tujuannya memperoleh keuntungan di masa datang. Untuk penerapannya disini seorang investor membeli sejumlah saham pada saat ini, dengan tujuan atau harapan mendapatkan keuntungan dari sebuah kenaikan saham yang dibelinya. Keuntungan tersebut bisa dikatakan sebagai imbalan dari waktu yang ada berikan untuk investasi.

Kita mungkin sudah mengetahui investasi yang berkaitan dengan macam aktivitas. Contohnya kita bisa menginvestasikan dana pada aset real, seperti; tanah, emas, mesin, atau bangunan). Kita juga bisa menginvestasikan pada asset finansial, seperti; deposito, saham, atau obligasi. Hal tersebut itulah merupakan investasi yang banyak dilakukan.

Sedangkan dalam pengertian Aset Finansial adalah klaim bentuk surat berharga atas sejumlah aset-aset pihak penerbit surat berharga tersebut. Contohnya Marketable Securities adalah asset-aset finansial yang bisa diperdagangkan dengan mudah dan dengan biaya transaksi yang murah pada pasar yang terorganisir.

Pihak atau orang yang melakukan sebuah investasi bisa disebut sebagai investor. Sedangkan untuk investor umumnya bisa digolongkan menjadi 2, yaitu investor individual dan investor institusional. Untuk investor individual bisa dikatakan perorangan yang melakukan investasi tersebut. Sedangkan investor institusional biasanya merupakan perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpanan dana, dll.

Investasi ini dilakukan untuk memperbesar uangnya guna konsumsi dan di masa mendatang. Hal ini dapat diartikan investasi merupakan konsumsi yang tertunda. Contoh kasus dalam investasi yaitu orang memutuskan untuk menunda konsumsi saat ini, kemudian membeli saham atau mendepositkan uangnya.

 

Tujuan Investasi

Apa tujuan dari investasi? Tujuan orang melakukan investasi adalah untuk “menghasilkan sejumlah uang” dimasa yang akan datang, sesuai dengan jangka panjang kebutuhan dari masing-masing orang tersebut. Berikut contoh singkat dan sederhana dari tujuan investasi, Misalkan saya mulai menabung Rp3 juta per tahun pada usai 25 tahun. Kemudian saya pensiun pada usia 40 tahun kemudian pada usia 65 tahun. Jika saya memperoleh 8% per tahun, saya akan mempunyai uang sebesar Rp800 juta. Apalagi jika saya memperoleh 12% per tahun, saya akan mempunyai lebih dari 2,3 miliar.

Kita dapat mengetahui tujuan investasi yang lebih luas adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor. Dalam konteks kesejahteraan ini yaitu moneter. Dengan ukuran pendapatan penjumlahan saat ini dengan pendapatan masa datang. Kita bisa mendapatkan sumber dana dari aset-aset yang sudah dimiliki saat ini. Investor yang mengurangi konsumsinya saat ini akan mempunyai kemungkinan kelebihan pada dana untuk ditabung.

Tujuan dari dana yang telah diinvestasikan akan memberikan harapan peningkatan kemampuan konsumsi investor dimasa datang. Dengan tujuan tersebut, seseorang juga mempunyai alasa untuk melakukan investasi yaitu;

1. Untuk Mendapatkan Kehidupan Yang Lebih Layak Dimasa Datang.

2. Mengurangi Tekanan Inflasi.

3. Dorongan Untuk Menghemat Pajak.

 

Cara Investasi Serta Contoh Investasi Referensi

Sebelum melakukan investasi kita harus memahami terlebih dahulu dasar keputusan investasi dan juga organisir aktivitas dalam proses keputusan investasi. Dasar dalam keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan resiko dalam investasi, hubungan keduanya bisa dikatakan searah.

Kita dapat mengetahui bahwa semakin besar pendapatan atau retrun harapan, besar juga resiko yang harus dipertimbangkan. Retrun merupakan dasar utama orang berinvestasi untuk memperoleh keuntungan. Dengan begitu dalam melakukan investasi, caranya dengan mempunyai tujuan yang jelas.

Konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara retrun harapan dan retrun actual. Retrum harapan ini merupakan tingkat retrun yang dapat diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan untuk retrun actual atau terjadi merupakan tingkat retrun yang diperoleh investor pada masa lalu. Caranya disini kita bisa mengenali terlebih dahulu karakter investasi. Perbedaan dari masing-masing karakter investasi kita dapat ketahui dari perbedaan Deposito, Reksadana, dan Saham.

Setelah kita dapat mengetahui karakter dari investasi, juga harus memhami tentang Resiko. Sudah wajar jika investor ingin mendapatkan retrun yang tinggi pasti akan mengalami resiko yang tinggi juga. Kita juga harus mempertimbangkan berapa besar resiko yang harus ditanggung dari investasi tersebut. Dari hal tersebut caranya kita harus mengenali profil resiko terlebih dahulu.

Kesimpulan yang bisa kita dapatkan dari pola hubungan antara resiko dan retrun harapan adalah resiko dan retrun mempunyai hubungan linear dan searah. Kita dapat artikan disini bahwa semakin tinggi resiko suatu aset, semakin tinggi pula tingkat retrun harapan dari aset tersebut, dan juga sebaliknya.

Setelah kita memahami resikonya, kita juga harus mengetahui jenis investasi yang akan kita berikan aset kita kepadanya. Dalam hal tersebut proses keputusan investasi juga penting yaitu penentuan tujuan investasi, penentuan kebijakan investasi, pemilihan strategi portofolio, pemilihan aset, pengukuran, dan evaluasi kinerja portofolio.

Terakhir dalam pemilihan strategi portfolio juga merupakan cara dalam melakukan investasi. Strategi protofolio ada 2 yaitu aktif dan pasif. Strategi portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang baik. Sedangkan untuk strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar.