MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Penyebab Portofolio Saham Merah Tahun 2021

Penyebab Portofolio Saham Merah Tahun 2021
Add Comments
4 April 2021

Bagi kalian investor saham pasti tau, saat ini mengalami kehebohan pada akhir maret 2021, Karena nilainya turun sampai 2,37% dalam sepekan. Kalian bisa ketahui turunnya dari harga 6.346 di 22 Maret ke harga 6.195 di 26 maret.

Turunnya ini di karenakan investor asing yang mengurangi asetnya beresiko di negara berkembang. Selain itu juga di karenakan melonjaknya penyebaran virus covid-19 varian baru yang cepat menular pada wilayah eropa.

Karena ada virus varian baru tersebut memaksa jerman melakukan kebijakan lockdown selama 5 hari, ini berdampak pada toko yang harus tutup selama 5 hari dan memberlakukan jam malam, ini menyebabkan dampak buruk pada ekonomi yang akhirnya membuat investor khawatir.

Pada sisi lainnya kalian bisa ketahui bahwa Bank Indonesia disini berperan untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan membiayai pembelian vaksin sebesar Rp 47 triliun. 
Ada juga kebijakan DP 0% untuk kendaraan bermontor dan poperti, disamping itu menghimbau perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit.

Semua faktor tersebut tentunya akan berpengaruh pada kita sebagai investor saham. Tapi kembali lagi bagaimana tujuan kita dalam investasi di saham untuk jangka panjang. Karena jika investasi di saham resiknya ya seperti ini pasti akan sebanding dengan retrunya juga.

Pada Fitch Rating yang mempertehankan nilai investment grade untuk indonesia dengan memproyeksikan pertumbuhan pada ekonomi indonesia di 5,3% tahun 2021 yang tentunya didorong stimulus pemerintah, perbaikan komoditas, implementasi UU Cipta Kerja, dan terbentuknya SWF yang fungsinya mendanai infrastruktur,

Jika tujuan kita disaham untuk jangka panjang dan kebanyakan pasti seperti itu karena untuk jangka panjang, tentu tidak akan masalah karena masih bisa kembali lagi dan menjadikan retrun yang lebih besar.

Kalian harus yakin juga yang turun pasti akan bisa naik, ya kecuali perusahaan yang kalian beli sahamnya itu bangkrut. Ini lah yang menjadi faktor penting dalam saat pertama membeli saham untuk tau perusahaan apa yang akan kita beli sahamnya.

Kita bisa flashback ditahun 2008 yang mengalami crash dan akhirnya bisa naik lagi. Jika negara tersebut masih ada dan dikelola dengan baik, dan pada pertumbuhannya jelas, maka kita sebagai investor saham tidak perlu khawatir.

Solusinya disini kalian bisa menggunakan cara DCA atau Dollar Cost Average, bahasa mudahnya menabung secara rutin. Kita bisa mendapatkan harga rata - rata dengan menggunakan cara ini, karena harga yang kita beli lebih murah. Pada saat ekonomi naik investasi kalian juga akan naik, sehingga kalian akan mendapatkan retrun yang optimal.