MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Perhatikan Hal Ini Sebelum Investasi Di Reksadana

Perhatikan Hal Ini Sebelum Investasi Di Reksadana
Add Comments
16 Juni 2021

Investasi di reksadana saat ini merupakan jenis investasi yang paling aman menurut saya, karena uang kita diatur oleh manajer investasi profesional.

Namun dalam memilih produk reksadana juga tidak boleh asal, ada banyak sekali pertimbangan dalam memilih jenis produk reksadana yang sesuai dengan diri kita.

Banyak orang memilih produk reksadana yang asal return nya tinggi, itu menurut saya salah. Karena ada faktor lain juga harus dipertimbangkan selain cuman return.

Karena saya pemakai aplikasi Bibit yang merupakan aplikasi investasi reksadana yang cocok sekali untuk pemula. Dalam salah satu artikelnya menyatakan bahwa kita harus cermat dalam memilih perusahaan investasi agar tidak rugi ke depannya.

Perusahaan investasi yang baik harus memiliki kriteria seperti punya nomor izin operasi, mempunyai kantor yang bisa kita datangi, dan punya layanan customer support.

Selanjutnya jika kita mau melakukan investasi harus mengerti juga tentang nilai AUM perusahaan tersebut. Berikut saya akan memberikan data dari Bibit perusahaan investasi terbaik sampai November 2019;

Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT                       45,848 Triliun

Mandiri Manajemen Investasi, PT                                     43,800 Triliun

Bahana TCW Investment Management, PT                      42,224 Triliun

Schroder Investment Management Indonesia, PT           40,156 Triliun

Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT                        30,788 Triliun 

Sinarmas Asset Management, PT                                      23,582 Triliun

BNI Asset Management, PT                                               22,410 Triliun

Danareksa Investment Management, PT                          21,877 Triliun

Eastspring Investments Indonesia, PT                               18,214 Triliun

Dari daftar contoh perusahaan investasi tersebut kita bisa melihat dana kelolaan terbesar dimiliki oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mempunyai nilai Rp 45,85 triliun. kedua dana kelola terbesar PT Mandiri Manajemen Investasi mempunyai nilai Rp 43,80 triliun. Kemudian ketiga PT Bahana TCW Investment Management mempunyai nilai Rp 42,22 triliun.

Data tersebut diurutkan dari nilai AUM atau jumlah dana yang dikelola dalam suatu produk reksadana. Selain memperhatikan Nilai AUM dalam perusahaan investasi, kita juga bisa memperhatikan CAGR 5yr/3yr/1yr, yaitu Compound Annual Growth Rate adalah tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata suatu  reksadana selama jangka waktu tertentu seperti 5 tahun, 3 tahun, dan 1 tahun terakhir.

CAGR cukup penting dalam pertimbangan membeli sebuah reksadana atau investasi dalam sebuah perusahaan. Semakin tinggi CAGR tentu akan semakin baik. Tapi kita juga harus memperhatikan Max Drawdown.

Max Drawdown adalah penurunan maksimum suatu reksadana dari titik puncak ke titik rendah, sebelum puncak baru tercapai selama periode tertentu. Max Drawdown juga merupakan indikator resiko penurunan dari suatu reksadana dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu juga terdapat Expense Ratio adalah mengukur seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mengelola reksadana. Kita bisa melihat seberapa persen, jika lebih kecil ratio tersebut menggambarkan kepiawaian manajer investasi dalam mengelola reksadana untuk investor nya secara baik dan efisien.

Hal tersebut itulah merupakan faktor-faktor yang dapat kita pertimbangkan dalam memilih jenis perusahaan investasi yang baik.

Jenis investasi perusahaan juga kita bisa lihat dari tingkat resiko yang dimilikinya, seperti tingkat resiko tinggi yaitu reksadana saham yang memiliki tingkat fluktuasi pasar yang tinggi diantara jenis reksadana lainnya, tapi dengan return dan resiko yang tinggi juga.

Biasanya jenis perusahaan investasi saham ini para investor nya menginvestasikan finansial nya dalam jangka waktu yang lama, bahkan sampai 5 tahun lebih.

Berikutnya resiko Moderat, yaitu reksadana obligasi yang memiliki tingkat fluktuasi pasar moderat dengan potensi keuntungan yang diharapkan dapat lebih tinggi dari tingkat inflasi dan bunga deposito.

Tingkat resiko paling rendah, yaitu Reksadana Pasar Uang yang memiliki fluktuasi pasar yang terendah dengan potensi return yang stabil diatas namun tidak tinggi.

Dari contoh perusahaan investasi yang sudah saya berikan tadi kita juga bisa melihat dari segi jenis yang lain yaitu dari jenis produk, seperti Pasar Uang, Obligasi, Campuran, dan Saham.

Untuk catatan akhir dari saya pribadi mengenai expense ratio harus kalian perhatikan dengan baik, pilih lah yang paling kecil, karena untuk jangka panjang atau pendek bisa berpengaruh pada return yang seharusnya kalian dapat banyak jadi ke potong dengan biaya manajer atas expense ratio yang tinggi.