MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Pengertian dan Jenis-Jenis Moving Average

Pengertian dan Jenis-Jenis Moving Average
Add Comments
29 Juli 2021

Bagi para trader atau investor pasti sudah tau atau bahkan sudah melakukan Moving Average. Sebenarnya apa sih itu Moving Average.

Moving Average atau MA adalah Suatu indikator analisis teknikal yang paling digunakan banyak orang dan juga populer dikalangan investor maupun trader.

Tujuan Moving Average yaitu memberikan bantuan petunjuk pada penganalisa dalam arah tren harga suatu aset dimasa depan.

Bisanya ini dilakukan juga untuk mendapatkan harga rata-rata dengan meminimalisir kerugian pada suatu aset yang dibeli.

Cara menggunakan Moving Average ini investor atau trader yaitu dengan cara melakukan rata-rata pergerakan harga pada aset untuk dibeli atau jual dalam waktu yang direncanakanya.

Moving Average ini juga bisa bermanfaat dalam menghilangkan terjadinya fluktuasi harga pada jangka pendek. Dengan demikian investor maupun trader harus jeli dalam melakukan keputusan.

Jenis-Jenis Moving Average

1. Simple Moving Average

Ini merupakan jenis yang paling populer, karena perhitungannya yang sangat simple seperti namanya.

Cara perhitungannya yaitu seluruh point data baru dijumlahkan kemudian dibagi pada jumlah data itu sendiri dalam periode yang ditentukan.

Simple Moving Average ini melakukan data historis seperti harga tinggi, harga rendah, harga buka, dan harga tutup. Ini dilakukan untuk mengetahui kapan masuk dan keluar di market. Disini kita bisa mengetahui dengan titik support dan resistance.

2. Exponential Moving Average

Sama halnya Simple Moving Average, ini merupakan jenis MA untuk memprediksi arah trend. Perbedaan yang cukup jelas disini EMA mempunyai sensitivitas lebih pada momentum terkini.

Ini dilakukan untuk merespon perubahan pada harga saat itu juga agar lebih cepat. Dengan perhitungan jika terdapat grafik menanjak, kalian dapat menentukan titik beli pada point terdekat Exponential Moving Average.

Ini membantu kalian menentukan titik support dan resistance. Disini untuk catatan kalian juga harus teliti karena EMA kadang memberikan sinyal palsu.

3. Double Exponential Moving Average

Ini merupakan salah satu yang populer juga digunakan trader dalam menggunakan lebih dari 1 EMA. Ini lebih populer dari EMA karena akurasinya yang lebih baik.

Cara kerja DEMA yaitu memberikan reduksi sinyal palsu yang berasal dari EMA dengan menggunakan ukuran 2 garis yang mewakili dua trend. DEMA ini memiliki momentum lebih lambat dari pada EMA. DEMA ini memberikan sinyal lebih otentik.