MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Perbedaan Saham, Reksadana dan ETF

Perbedaan Saham, Reksadana dan ETF
Add Comments
13 Agustus 2021

Mungkin kalian yang mau baru masuk investasi pasar modal pasti sudah tau nama nya saham, reksadana dan ETF. Dari ke 3 nya memiliki perbedaan masing-masing yang harus kalian ketahui sebelum investasi didalamnya.

Jadi kalian akan tau sebelum masuk didalam investasi tersebut resiko yang dihadapinya akan seperti apa?. Saya akan langsung bahasa perbedaan Saham, Reksadana dan ETF;

Saham
Masih banyak masyarakat di indonesia yang belum mengetahui apa itu saham sebenarnya. Banyak yang mengira "saham itu yang mainan nya orang kaya" memang saat dulu jika mau membeli 1 lot saham cukup mahal. 

Tapi sekarang ini dengan dana kecil saja masyarakat indonesia dikalangan apapun seharusnya bisa berinvestasi di saham. Namun masih banyak masyarakat yang belum berani mempercayakan keuangannya di saham.

Sebagai catatan juga saham ini bukan mainan ya. Saham ini sudah dinyatakan Halal oleh MUI, kalian bisa cari tau sendiri tantang ke halal an saham ini.

Kalian juga harus ketahui bahwa saham merupakan bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan yang ada di bursa. Jika kalian memiliki saham dari perusahaan tersebut, maka kalian berhak juga mendapatkan deviden dari jumlah yang dimiliki.

Selain itu kalian juga berhak ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham, berapapun lot saham yang kalian miliki. Jika kalian mau membeli saham harus lewat perusahaan sekuritas, yang sekarang sudah kalian bisa cari di playstore, seperti Ipot dan Ajaib.

Di Ipot dan Ajaib kalian bisa melakukan pendaftaran 100% online dan juga mudah.

Keuntungan dan resiko investasi di saham lebih tinggi dari obligasi, deposito, atau emas. Kalian bisa mendapatkan keuntungan investasi di saham dari kenaikan harga saham dan juga deviden yang diberikan perushaan yang kalian beli sahamnya.

Resiko yang terjadi ketika kalian membeli harga saham tersebut lebih rendah dari harga saat kalian membelinya, kerugian akan semakin bertambah jika harga saham tersebut semakin turun.

Sebagai tambahan saham ini harus kalian kelola sendiri ya, jadi keuntungan dan kerugian ada dikeputusan kalian pribadi.

Reksadana
Mungkin dari kalian sudah mengetahui kata Reksadana, karena banyak influencer sekarang yang mempromosikan. Contohnya Raditya Dika yang membicarakan reksadana yang ada di platform Bibit.

Di Bibit semuanya berisi reksadana, jadi jika kalian mau fokus investasi di reksadana saya menyarankan menggunakan bibit (ini tidak sponsor).

Tapi apa itu reksadana?. Reksadana adalah suatu wadah dengan tujuan mengumpulkan dana dari masyarakat, pemodal, atau investor. Dana yang tadinya di investasikan tersebut nantinya akan dikelola oleh manajer investasi profesional yang saat kita beli produk reksadana.

Kalian juga harus menganalisa sendiri produk reksadana yang bagus dan sesuai dengan tujuan keuangan kalian itu yang bagaimana.

Dana yang dikelola manajer investasi tersebut nantinya akan dibagi ke beberapa instrument investasi seperti saham, obligasi dan deposito.

Reksadana ini cocok untuk investor atau masyarakat yang mempunyai modal kecil, karena bisa dimulai dari 10 ribu atau 100 ribu saja.

ETF
Saat ini ETF bisa dikatakan sedang naik daun, karena banyak orang yang ingin mengetahuinya setelah mengerti reksadana. ETF ini juga bisa dikatakan reksadana rasa saham.

Asal kalian ketahui ETF ini sudah ada dari tahun 1993. ETF (Exchange Traded Funds) adalah reksadana terbuka diambil dari suatu bentuk kontrak investasi kolektif, tetapi unitnya diperdagangkan di bursa efek seperti saham.

Karena ETF dari sistem pengelolaan dananya seperti reksadana, Namun dalam urusan transaksi jual beli seperti saham. Ini bisa kalian gunakan juga untuk disverifikasi.

Resiko yang dimiliki ETF sama seperti produk reksadana lainnya yaitu berkurangnya nilai unit, Disebabkan karena efek yang dikelola yang memiliki potensi penurunan nilai unit investasi.