MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

Apa Itu Right Issue? dan Tentang Right Issue BBRI

Apa Itu Right Issue? dan Tentang Right Issue BBRI
Add Comments
9 September 2021

Tentang right isssue BRI, yang belum tahu itu apa?. Perusahaan itu mau nambah modal, Dari pada perusahaan pergi ke bank nambah utang, perusahaan lebih milih untuk ngeluarin saham baru.

Tapi dengan right isssue ini perusahaan akan memprioritaskan orang-orang yang udah lama investasi di perusahaan ini, bisa punya right punya hak untuk menambah modal duluan. Tapi kalau investor lama nggak pakai right nya, baru di kasih ke investor luar atau stand buy buyer yang udah siap untuk masuk.

Kita bisa gambarkan suatu perusahaan atau bank BRI ini punya investor A yang membutuhkan modal untuk membuka cabang. Perusahaan ini menawarkan ke investor A untuk menambahkan modal lagi dalam membuka cabang tersebut, tapi Investor A menolaknya.

Tentu ada kesempatan investor lain untuk masuk dalam menambahkan modal dalam membuka cabang baru tersebut, kita katakan saja yang mau menambah modal baru investor B. Sekarang ada 2 investor nih, tentu kepemilikan investor A akan berkurang, karena tidak mau menambah modal dan malah ditambahi oleh investor B.

Right isssue BRI katanya terbesar di Indonesia dan bahkan di Asia, karena bisa ngumpulin, nambah, atau menghimpun modal sampai 96 triliun. BRI berrencana menerbitkan 28 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan 3400 per lembar saham. 

96 triliun itu semuanya nggak dalam bentuk uang, tapi sekitar 40-50 triliun itu bentuknya saham, saham perusahaan Pegadaian dan PNM yang dikasih oleh pemerintah kepada BRI. Karena mereka mau bikin ultra mikro super holding. 


Nanti kalau sudah right isssue ditambah 28 miliar, jadi 150 miliar lembar saham. Kalian yang pegang saham BRI bisa tembus right isssue nya. Right isssue ini bagus nggak sih?, kalau punya saham nya tebus apa ngga right isssue nya? kalau yang beli apa enggak saham BRI?. 

Jawaban tersebut tergantung dengan tujuan right isssue nya, tergantung menambah modalnya untuk apa. Baiknya investor lama atau teman-temannya sudah punya saham BRI adalah kalian punya hak untuk beli saham baru duluan, karena yang bisa dapat hak ini mereka yang lama punya saham nya. Karena dalam hal ini yang ditawarkan untuk right isssue BRI itu di harga 3400 per lembar di bawah harga sahamnya saat artikel ini di publikasikan.

Right isssue kurang di sukai oleh investor, karena buat investor yang enggak nembus haknya nggak mau beli lagi saham baru yang kepemilikannya bakal berkurang. Jadi perusahaan biasanya menambah modal atau right isssue untuk dua tujuan.

Pertama, karena perusahaan mau expansi, buka cabang baru, atau bahkan  akuisisi perusahaan lain, dengan right isssue, perusahaan bisa ekspansi tanpa berhutang. tujuan kedua, perusahaan mau melunasi utang, nah tujuan kedua adalah tujuan yang kurang baik.

BRI tujuan dia Mega right isssue apa sih?, jadi tujuan nya untuk memperkuat permodalan nya BRI dan juga bikin holding Ultra mikro, barang PT Pegadaian dan juga PNM (permodalan nasional Madani). Mereka disini tujuannya mau jalan bareng nih. 

Data di BPS di indonesia sekarang itu 57 juta UMKM, baru 15 juta yang sudah dilayani oleh perbankan dan lembaga keuangan dan 30 juta itu belum tersentuh lembaga keuangan, 5 juta dilayani oleh rentenir dan 18 jutanya itu belum terlayani sama sekali.


Jadi dengan adanya gabungan antara BRI, Pegadaian, dan PNM ini. Semoga mereka bisa membuat lebih untuk dalam melayani market mikro yang lebih besar. Disini kita dapat melihat ada dua positif dan juga dua resiko dari right isssue BRI.

Pertama, right isssue untuk memasuki Pegadaian itu kedalam BRI bagus positif untuk jangka panjang, karena mereka menjangkau lebih banyak market, pertumbuhan kredit setiap tahunnya tetap kencang. potensi market cap nya BRI setelah right isssue itu hampir 600 triliun dan BRI juga bakal makin mendekati BCA yang di nomor 1 dan porsinya di HSG yang sebelumnya 5% menjadi 6%, itu bakal makin besar.

Resikonya pertama adalah penurunan deviden ini dengan asumsi bahwa laba perusahaan dan juga pembagian dividen itu sama dengan tahun sebelumnya. Kenapa bakal turun karena porsi kepemilikan kita ter dilusi apalagi kalau investor lama itu nggak nebus right isssue BRI. Resiko kedua adalah penurunan harga. apalagi dalam hal ini harga pelaksanaan right BRI itu di 3400 kan di bawah harga BRI sekarang jadi mungkin untuk sementara jangan beli BRI dari dulu, kecuali kalau kamu mau beli right nya ya.