MASIGNASUKAv102
7301652214019600311

6 Cara Menjadi Pendengar yang Baik

6 Cara Menjadi Pendengar yang Baik
Add Comments
12 Oktober 2021

Selain berbicara menjadi sebuah hal komunikasi yang dianggap menguasai. Tetapi kalian harus tau juga bahwa dalam mendengarkan memiliki peran yang penting juga.

Sekarang banyak pembicara yang melebih-lebihkan omongan nya. Terlebih sulit lagi pembicara menggunakan media pesan online seperti whatsapp, email, directed massage dan lain sejenisnya.

Dengan pesan elektronik kita tidak tau bagaimana ekspresi atau bahasa tubuh nya. Selain itu juga kita harus menunggu balasan nya dan kita juga tidak tau bagaimana orang lain memahami pesan tersebut.

Dalam mendengarkan memiliki peran penting juga selain berbicara. Banyak orang menganggap mendengar tidak penting lagi, hanya suka berbicara dengan pendapat dan semaunya saja.

1. Diam Dulu Menunggu Lawan Bicara Sudah Selesai Berbicara

Pendengar yang baik bisa memberikan pemikirannya dalam memahami kata-kata lawan berbicara. Kalian bisa fokus saat lawan bicara sedang berbicara.

Kalian bisa mencegah dulu pikiran menyusun tanggapan. Jika kalian menahan keinginan untuk berbicara, kalian akan bisa lebih baik dalam memahami lawan bicara.

Counter nya disini. Jika kalian bisa mendengarkan lebih baik, maka kalian akan memberikan sebuah kontribusi yang valid pada sebuah pembicaraan tersebut.

2. Melakukan Jeda

Jika ini kalian butuhkan proses jeda ini diperlukan. Kita ketahui bahwa setiap orang berbeda-beda ada yang mempunyai kemampuan dalam berpikir yang cepat dan juga ada beberapa yang tidak.

Ada beberapa kasus yang mungkin kita sudah ketahui ketika orang lain sedang berhenti berbicara, banyak kita ketahui orang tidak tau harus menjawab apa. Hal tersebut akan menjadi keheningan atau canggung.

Jika hal tersebut menjawab dengan keadaan panik dan harus segera menanggapi, maka dalam banyak kasus, tanggapan yang diberikan tidak nyambung atau optimal.


Cara nya dalam kasus ini kalian bisa melakukan dengan berhenti sejenak. Tidak menjadi masalah untuk berhenti sejenak dalam menanggapi jawaban yang baik nanti nya.

Dalam berhenti sejenak untuk memberikan jawaban yang optimal nantinya kalian bisa mengumpulkan pemikiran dan menyusun tanggapan.

Dalam memberikan tanggapan kalian tidak akan memerlukan banyak waktu, jadi jeda beberapa detik akan terhindar dari perhatian.

3. Mendengarkan Seperti Sedang Belajar

Menjadi pendengar yang baik juga perlu menganggap yang kita dengarkan dari lawan bicara sama pentingnya dengan pembelajaran yang kita minat, seperti saat kuliah.

Ini bisa kalian ketahui, jika kalian mendengarkan orang yang dikagumi atau di idola kan, pastinya kalian tidak akan merasakan bosan meskipun lama. Karena kalian senang mendengarkannya dan juga untuk belajar.

Kita tau bahwa tidak semua pembicaraan dengan orang lain tidak ada pelajaran untuk belajar didalamnya, namun kita bisa ketahui perspektif orang lain.

Jika kalian mendengarkan lawan bicara untuk belajar, maka yang terjadi kalian lebih memperhatikan apa yang dikatakan lawan bicara.

4. Tidak Boleh Bicara Karena Ada Jeda

Lawan bicara kadang mempunyai jeda dalam percakapan nya, disini kita sebagai pendengar yang baik tidak boleh buru-buru dalam berbicara karena jeda tersebut. Kalian harus ketahui bahwa dalam pembicaraan, jeda yang ada bukan sebagai sinyal untuk kita langsung menanggapi atau mulai berbicara.

Biarkan jeda yang ada, karena lawan bicara sedang mencoba bernapas. Kalian bisa mulai berbicara jika lawan berbicara sudah selesai berbicara dan harus menjelaskan maksudnya.


5. Jika Tidak Tau, Tidak Boleh Langsung Mencari Jawaban

Kalian tidak boleh memberikan jawaban secara langsung jika tidak mengetahui solusi yang tepat pada saat lawan bicara menyebutkan suatu masalah. Memberikan solusi diperlukan jika lawan bicara kalian memintanya.

Tidak semua lawan bicara menyebutkan masalah untuk mengharapkan nasihat, atau jawaban dari solusi kalian. Terkadang lawan bicara hanya untuk kenyamanan ketika sudah membicarakan.

6. Pembicaraan Bukan Untuk Mencari yang Menang

Banyak dari kita tidak sadar dalam sebuah percakapan untuk menang sendiri atau dalam kata lain pendapatnya tidak mau kalah. Kedua belah pihak dalam pembicaraan bisa melakukan percakapan normal walaupun pendapat atau pandangannya berbeda dalam topik pembicaraan yang sama.

Kalian jika dalam keadaan mau menang sendiri dalam pembicaraan. Bisa mengingat bahwa pembicaraan tersebut tidak membutuhkan pemenang dan didalam pembicaraan tersebut tidak ada hadiah nya.