BLANTERORIONv101

3 Bagian Tugas Videografer yang Penting Anda Ketahui

12 Agustus 2022
Kemajuan teknologi memiliki dampak besar bagi sebagian kalangan masyarakat dalam persoalan profesi, kali ini videografer menjadi salah satu profesi yang sedang digemari sebagian kalangan. 

Banyaknya video marketing produk dinilai berhasil dan meningkatkan konsumen, salah satunya adalah pada persoalan promosi, alhasil tidak terlepas dari yang namanya teknologi digital, tentu persaingan dagang di era digitalisasi saat ini menjadikan kehadiran seorang videografer profesional banyak digadang-gadang di tengah masyarakat.

Untuk menjadi videografer tentu bukan suatu profesi yang mudah, banyak materi terkait dengan teknis ataupun kreativitas tinggi yang perlu dipelajari dan dilakukan agar mendapatkan hasil yang baik dan menarik.

Menjadi Videografer bukan hanya mengambil video di lokasi kejadian saja, akan tetapi juga mempersiapkan dan memastikan peralatan-peralatan per item berfungsi baik, juga merencanakan sebelumnya terkait jadwal pengambilan gambar atau video dengan kliennya.

Videografer dibagi menjadi dua, Videografer in house yaitu seseorang yang bekerja membuat video untuk perusahaannya sendiri, dan Videografer argensi merupakan seseorang yang bekerja membuat video untuk perusahaan lain atau pihak lain.
Sedangkan dalam persoalan tanggung jawab, videografer in house bertanggung jawab mengerjakan video untuk kebutuhan marketing atau pembuatan video company profile, sementara Videografer argensi bertanggung jawab pada pembuatan video sesuai kebutuhan pelanggan, baik itu korporasi ataupun wedding video.

Sebelum kalian tertarik untuk terjun ke profesi ini, berikut ada  3 tugas yang harus dilakukan oleh seorang videografer,  dan ke tiga tugas ini dilakukan secara beruntun;

1. Praproduksi
Videografer di bagian ini dibutuhkan karena ada persoalan yang berkaitan dengan waktu dan budget yang akan dikeluarkan.
Proses praproduksi dimulai untuk menjabarkan storyboard dengan membantu sutradara dan penulis skenario.
Tidak hanya itu videografer di bagian ini juga berperan untuk mengecek persiapan-persiapan teknis, seperti kamera, lensa yang akan dipasang, tata cahaya, mikrofon yang digunakan para pemeran, dan yang pada intinya terkait penulisan naskah, logistik dan tugas administrasi lainnya.
Praproduksi ini akan melibatkan semua aspek perencanaan proses-proses video sebelum dimulai syuting.

2. Produksi
Di bagian ini, videografer bertugas untuk mengambil video dan mengecek atau memastikan suara, agar pengambilan suara tidak ada gangguan (noise).
Pada tahapan proses ini, yaitu melibatkan pembuatan subjek video, seperti fase produksi yang menangkap konten video.

3. Pasca Produksi
Bagian ini merupakan gabungan klip video, dimana yang dimaksud adalah video yang menjadi produk, mengkomunikasikan produksi pesan pesan yang dimaksud baik itu dalam acara langsung ataupun setelah acara selesai.
Tugas videografer di bagian ini merupakan proses yang paling berat, karena yang dilakukan proses ini adalah seorang videografer akan dihadapkan pada persoalan pengumpulan seluruh video yang direkam dan proses pencatatan dalam keperluan editing.
Peran di bagian ini hampir sama dengan video editor,  dan bagian ini dianggap proses yang cukup berat karena dituntut untuk mengedit seluruh  video sesuai skenario sutradara, kemudian juga mengedit video satu per satu guna adanya perubahan skenario.

Di zaman sekarang ini, profesi videografer tidak dinilai dari segi pendidikan alias gelar sarjana, akan tetapi seorang pelanggan ataupun perusahaan akan lebih mempertimbangkan pada persoalan skill yang dimiliki, dan banyak sekali skill-skill yang sangat dibutuhkan oleh seorang videografer, baik itu pada kebutuhan internal ataupun kebutuhan eksternal, akan penulis sajikan dan jabarkan pada artikel selanjutnya yaa gaiss terkait hal ini.

Bukankah mudah bagi seseorang yang menyukai bidang ini?, yaps kita generasi milenial digadang gadang akan menjadi generasi yang maju di masa depan, dengan hal ini kita tidak boleh terkecoh dengan yang namanya profesi, apapun profesi yang kita miliki, maka kita harus mencintainya, karena bisa jadi profesi kita saat ini justru akan menjadikan referensi baru bagi generasi yang akan datang. So! Jangan berhenti belajar.

1 komentar

  1. Unknown
    Unknown 5 April 2022 19.42

    Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    Reply