BLANTERORIONv101

Cara Meningkatkan Kemampuan Fotografi Menggunakan Segitiga Exposure

9 Agustus 2022
Bagaimana kalian mengabadikan momen di weekend terakhir kalian?, Apakah cukup hanya ditulis di buku diary atau hanya sekedar bercerita saja?. 

Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk bergaya ala robot, sebenarnya tanpa kita datang langsung ke tempat wisata atau hanya menonton saja kita terkadang bisa melihat dan menerawang, tetapi prinsip warga Indonesia kalau belum melihat wisata langsung berarti kita belum liburan, hehehee

Apakah ketika kalian mengabadikan momen dengan foto, hanya sekedar cekrek cekrek saja?, Yuk belajar bersama bagaimana cara mendapatkan hasil foto yang estetik.

Ilmu tentang fotografi dasar perlu dipahami oleh pemula, agar mendapatkan hasil jepretan yang bagus serta tidak blur, dan dengan komposisi yang pas terlihat seperti profesional.

Fotografer pemula dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menghasilkan jepretan yang sesuai. Disamping berbagai istilah dalam dunia fotografi yang tentu bisa kalian pahami, berikut ada beberapa teknik yang perlu kita kuasai untuk mendapatkan hasil jepretan yang  lebih bagus.

Ada beberapa pengaturan yang perlu pemula pahami dan memaksimalkan hasil jepretan, yaitu:

1. Aperture

     Aperture adalah hal yang paling penting untuk menentukan bagus tidaknya hasil foto. Aperture dikenal dengan istilah bukaan diafragma, setting kamera yang mengontrol jumlah cahaya yang ditangkap mata, semetara bukaan mengatur besaran keburaman pada suatu objek. 

Bukankah cara kerja Aperture hampir sama seperti mata kita?, Ketika kita berpindah dari ruangan  terang ke ruangan yang gelap, maka secara otomatis pupil yang diatur oleh iris mata akan melebar dan mengecil, sesuai dengan banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

      Semakin lebar bukaan Aperture maka makin banyak cahaya yang masuk sensor dan hasil jepretan menggunakan kamera dengan Aperture sempit sangat berbeda dengan penggunaan Aperture yang lebar, karena Aperture yang sempit akan menghasilkan foto yang lebih gelap.


2. Shutter Speed ​​

     Di zaman digitalisasi sekarang ini, tentu banyak sekali kamera digital yang sudah menerapkan Shutter yang tidak berbentuk jendela mekanik lagi, akan tetapi sensor kamera mampu merekam refleksi cahaya ketika rana terbuka dan otomatis akan berhenti merekam setelah jendela Rana tertutup, karena fitur ini dapat mengatur waktu yang dibutuhkan untuk Shutter kamera yang dapat mempengaruhi cahaya.

    Shutter speed dapat dikatakan ideal apabila ketika memotret akan menghasilkan foto tajam tanpa bantuan alat penyangga, seperti tripod, dan rata rata kecepatan ideal 1/60s jika lebih rendah maka kemungkinan besar foto akan blur.

3. ISO

     ISO merupakan suatu ukuran menentukan tingkat sensitivitas cahaya pada sensor kamera.
Ada dua pengaturan ISO sesuai dengan kondisi tempat kita mengambil angel, yaitu :
a. Settingan ISO rendah di tempat terang, dimana kita bisa menghasilkan foto yang lebih akurat dan detail, serta sensor kamera akan lebih kuat karena cahaya yang masuk.

b. Settingan ISO di tempat yang rendah cahaya, tingkat ISO tinggi menjadi lebih berguna, dengan ISO tinggi kita bisa menghasilkan foto yang lebih detail meski kondisi tempat nya minim cahaya.

    Untuk setting ISO diatas, dapat dilakukan dengan menyesuaikan cahaya yang akan masuk ke dalam kamera DSLR, tetapi tidak perlu khawatir karena di era digital sekarang ini secara otomatis kamera DSLR akan mengatur ISO menggunakan mode manual.

    Intinya ISO adalah seberapa sensitif Sensor Kita terhadap cahaya, dengan settingan ISO yang tinggi makan hasil foto akan terlihat lebih terang, intinya dalam menggunakan ISO harus bijak, karena perlu adanya kesesuaian terhadap cahaya.

Apakah kalian paham dengan penggunaan segitiga Exposure? elemen tiga yang tidak bisa dipisahkan diatas perlu menjadi bekal dasar bagi kalian pemula yang ingin belajar menjadi fotografer handal, so! Tunggu apa lagi yuk manfaatkan kesempatan dan maksimalkan skill kalian.

Komentar